Ternak Burung Perkutut

Written By gara on Monday, October 15, 2012 | Monday, October 15, 2012



Mari kita simak Tips Ternak Perkutut mengupas mengenai info perkutut mulai dari merawat perkutut / memelihara perkutut, budidaya perkutut / ternak perkutut dan sangkar perkutut.

Membedakan jenis kelamin perkutut
Burung Perkutut betina bisa dibedakan dari burung perkutut jantan dengan meraba atau mengamati supitnya. Supit adalah tulang yang terletak di antara paha dan dibawah anus. Burung perkutut yang supitnya rapat, biasanya burung perkutut jantan. Sementara supit yang longgar dan lemas biasanya betina. Selain itu, dahi perkutut betina tidak berpupur, sedangkan yang jantan di dahinya terdapat semacam bedak keputih-putihan.


Budidaya perkutut / ternak perkutut
Untuk menghasilkan anakan berkualitas, pilih Burung perkutut jantan yang suaranya bagus, sehat, dan rajin bernyanyi dengan irama yang baik. Setelah mengetahui mutu bunyi suara perkutut, barulah ciri-ciri fisik burung diperhatikan. Sementara induk burung perkutut betina dipilih yang badannya sehat, jinak, dan sudah cukup umur. Betina yang akan dikawinkan sudah berumur 10 bulan. Karena, pada usia tersebut, sifat keibuannya lebih menonjol, terutama ketika merawat anaknya. Dari sepasang induk yang baik, akan dihasilkan anak sebanyak 4-6 kali dalam satu tahun.


Menyiapkan sangkar perkutut
Burung Perkutut lebih menyukai sangkar di tempat terbuka di bandingkan tempat tertutup. Namun, hal ini bisa membuat perkutut kedinginan. Oleh karena itu, sediakan kotak sarang perkutut untuk melindungi burung perkutut dari pengaruh udara dingin dan kelembapan udara basah. Sarang perkutut juga perlu disiapkan sebagai tempat untuk bertelur, bisa wadah datar. Dengan sarang datar, induk perkutut bisa santai dan mengeram berjam-jam. Bahan sarang dapat terbuat dari serat nenas, serabut kepala, atau daun cemara yang sudah kering.
smbr:eko anismerah

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts

Powered by Blogger.