Home » , , » 3 Tahap Proses Penjodohan Burung Anis Kembang

3 Tahap Proses Penjodohan Burung Anis Kembang

Written By gara on Thursday, November 8, 2012 | Thursday, November 08, 2012

Burungzoo.com

Ketika ingin mengembang biakan keturunan Burung Anis Kembang diperlukan proses penjodohan, setelah kita memiliki kualitas burung Anis kembang jantan dan betina yang unggul pasti akan memiliki keturunan yang berkualitas.



1. Tahap pengenalan
Tempelkan dua sangkar yang masing-masing berisi induk jantan dan induk betina. Ini merupakan tahap awal pengenalan, agar induk jantan dan betina bisa “say hello” terlebih dulu. Butuh waktu 1-7 hari untuk menunggu sampai keduanya saling tertarik.
Tanda-tanda ketertarikan antara lain:
  • Induk jantan membawa pakan di paruhnya (seperti dicapit), dan berusaha memanggil si betina untuk mau disuapi.
  • Meski berada dalam sangkar terpisah dan saling berdempet, posisi induk jantan dan betina saat tidur berdekatan atau rendengan.
Jika kedua hal itu sudah terlihat, kini saatnya memberi kesempatan kepada induk jantan dan betina untuk mandi bersama di karamba mandi. Saat itulah Anda bisa memperhatikan tingkah laku kedua burung tersebut. Jika terjadi perkelahian, segera pisahkan dan ulangi proses penjodohan dari awal. Jika burung mau mandi bersama dan akur, segera masukkan keduanya dalam kandang penangkaran.
2. Tahap penyatuan
Tahap penyatuan induk jantan dan betina bisa dilakukan di daam kandang penangkaran. Anda bisa mencobanya dengan menggunakan kandang soliter terlebih dulu, sambil menempatkan tempat sarang. Tempat sarang bisa dibuat dari anyaman rotan, bambu, atau batok kelapa. Masukkan bahan-bahan penyusun sarang seperti sabut kelapa, serat nanas, jerami, dan daun cemara kering.
Sekarang amati kembali kerukunan atau keakuran jantan dan betina. Tanda-tandanya adalah AK jantan terus merayu betina,  sesekali menyuapi calon pasangannya, atau si jantan sibuk menata bahan-bahan penyusun sarang. Jika semuanya sudah oke, kedua induk bisa dipindahkan ke kandang penangkaran sesungguhnya, tetapi Anda juga bisa tetap mempertahankannya di kandang soliter.
Umumnya, kandang penangkaran masih beralas tanah. Anda bisa meletakkan beberapa pohon kecil sebagai peneduh dan bak mandi di bawahnya. Ukuran kandang relatif, tergantung luas lahan penangkaran. Ukuran minimal yang diperlukan adalah panjang 100 cm x lebar 50 cm x tinggi 200 cm.
3. Tahap reproduksi
Untuk mempercepat proses perkawinan, suasana kandang diusahakan nyaman dan sejuk. Caranya, Anda bisa menyirami air di dasar kandang setiap pagi dan sore, selama beberapa hari. Bak mandi harus dibersihkan secara rutin, jangan sampai terlihat kotor dan berjamur.
Jika pasangan AK ini sudah mulai birahi, mereka akan kawin dan menyusun sarangnya. Sekitar 4-10 hari setelah kawin, induk betina akan bertelur (rata-rata 2-4 butir) dan akan dierami selama 14 hari hingga menetas.
Piyik yang sudah berumur 5-10 hari bisa langsung diberi ring pengenal. Pada masa tersebut, Anda juga memiliki dua pilihan untuk perawatan piyik: disapih, dengan konsekuensi Anda harus melolohkan makanan untuk piyik, atau tetap menyerahkan pengasuhan piyik kepada induknya.
Piyik mulai keluar sarang dan belajar terbang pada usia 12-14 hari. Setelah usianya mencapai 1-2 bulan, anakan AK sudah bisa makan sendiri, bahkan sudah bisa dipasarkan.
Asupan pakan selama penjodohan
Selama proses penjodohan, penyatuan, hingga perkawinan, induk AK jantan dan betina membutuhkan asupan pakan yang bergizi. Hal ini akan mempengaruhi birahi, fertilitas, daya tetas, hingga kualitas piyik yang dihasilkan.
Pakan yang dibutuhkan antara lain :
  • Cacing tanah, dalam jumlah cukup setiap harinya.
  • Jangkrik, dengan porsi 30 ekor (pagi/sore pada awal perjodohan, lalu dikurangi menjadi 10 ekor (pagi/sore) setelah burung bertelur.
  • Kroto, sebanyak 1 cepuk setiap pagi.
  • Buah-buahan seperti pisang, pepaya, apel, dan sebagainya.
  • Voer (untuk proyek penangkaran biasanya diberikan sebagai makanan tambahan saja, bukan makanan utama).

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Populer

Powered by Blogger.