Home » , , » Burung Hantu Indonesia

Burung Hantu Indonesia

Written By gara on Saturday, January 26, 2013 | Saturday, January 26, 2013


setelah saya membaca-baca artikel ini ternyata indonesia memiliki banyak jenis burung hantu dengan bentuk yang sedikit berbeda, namun hanya beberapa burung yang dapat kita temui dikehidupan sehari-hari, jika kita ingin memelihara burung hantu kita harus tau burung hantu mana yang bisa kita pelihara, karna burung hantu merupakan burung liar yang cukup sulit dalam pola pemeliharaan.

Burung Hantu adalah keluarga burung malam bermata besar yang dikenal secara luas di penjuru dunia. Burung hantu merupakan anggota ordo Strigiformes, terdapat sekitar 222 spesies yang telah diketahui, yang menyebar di seluruh dunia kecuali Antartika, sebagian besar Greenland, dan beberapa pulau-pulau terpencil. Sebanyak 26 spesies ditemukan di Asia Tenggara.
Di dunia barat, hewan ini dianggap simbol kebijaksanaan, tetapi di beberapa tempat di Indonesia dianggap pembawa pratanda maut, maka namanya Burung Hantu. Burung hantu memiliki suara beragam yang kadang dianggap menakutkan bagi etnis masyarakat tertentu. Burung hantu memilki kepala relatif bulat dengan mata bulat besar dan muka rata. Leher burung hantu demikian lentur sehingga wajahnya dapat berputar 180 derajat ke belakang. Burung hantu memiliki bulu yang sangat halus yang memungkinkan mereka tak bersuara jika terbang.
Burung  hantu sering membuat sarang pada lubang-lubang pohon atau menempati bekas sarang burung lain.
Klasifikasi burung hantu
Kerajaan       : Animalia
Filum            : Chordata
Kelas             : Aves
Ordo              : Strigiforme
Suku/familia : Strigidae/Tytonidae
Ordo Strigiformes terdiri dari dua suku (familia), yakni suku burung serak atau burung-hantu gudang (Tytonidae) dan suku burung hantu sejati (Strigidae). Banyak dari jenis-jenis burung hantu ini yang merupakan jenis endemik (menyebar terbatas di satu pulau atau satu wilayah saja) di Indonesia, terutama dari marga Tyto, Otus, dan Ninox.
Berikut ini adalah 13 jenis burung hantu yang terdapat di indonesia terutama di pulau Jawa dan pulau Bali:
1. (Tyto alba)
Serak /Barn Owl
Burung hantu putih berukuran besar (34 cm) dengan ciri piringan wajah berwarna putih, melebar berbentuk hati. Tubuh bagian atas kuning tua kecoklatan, pucat dengan bercak-bercak halus. Tubuh bagian bawah putih dengan bintik-bintik hitam halus. Warna keseluruhan beraneka ragam dan pada burung yang belum dewasa berwarna kuning tua lebih gelap.
Distribution of  Tyto  alba

            
Iris Coklat gelap
Paruh Kuning kotor
Kaki            Kuning kotor
Suara Teriakan dengan nada tinggi yang serak dan kasar “Whiiiitsy” atau “se-rak” juga suara “ke-ke-ke-ke”
Penyebaran dan status Hampir diseluruh dunia
Kebiasaan Bersembunyi pada siang hari di dalam lubang gelap dirumah-rumah, pohon, batu karang atau vegetasi yang rapat. Umumnya dihutan bakau dan pantai, tetapi muncul saat malam hari untuk berburu dilapangan terbuka. Terbang rendah diatas tanah dengan kepakan sayap tidak bersuara
Makanan Tikus besar dan kecil, kalong, kadang-kadang burung lain, reptile, amfibi, dan serangga besar.
Perkembang biakan Khusus di jawa bersarang pada bulan mei sampai juli, tiga atau empat telur berwarna putih diletakkan pada sarang yang tidak dilapisi didalam lubang pohon, atau pada tembok batu atau bangunan.


2. Phodilus badius
Wowo-wiwi/Bay Owl
Burung hantu putih berukuran sedang (27 cm) berwarna coklat agak merah, bentuk tubuhnya mirip Tyto alba dengan ciri piringan wajah  berbentuk hati, kadang-kadang jumbai tegak. Tubuh bagian coklat agak merah dengan bintik hitam dan putih. Tubuh bagian bawah kuning tua agak merah muda dengan bintik hitam. Wajah berwarna merah muda.
Distribution of  Phodilus badius
  
Iris Gelap
Paruh Coklat
Kaki            Coklat  kotor
Suara “Huttt” yang lemah dan suara dengung “hu-Wiiyu”, juga diuraikan “kwankwit-kwankwit-kek-kek-kek” saat terbang dalam kegelapan malam.
Penyebaran dan status India, Asia Tenggara, Cina Selatan, di jawa dan bali sangat jarang dijumpai, dapat ditemukan sampai ketinggian 1500m
Kebiasaan Kurang diketahui, pemalu, burung hantu hutan yang aktif dimalam hari, pada saat siang terlihat duduk agak mendatar, hampir menyerupai burung paruh katak.
Makanan Tikus,burung kecil lain, reptil, amfibi, serangga, dan kadal.
Perkembang biakan Sarang pada lubang pohon, dua atau kadang tiga butir telur berwarna putih.

3. Otus rufescens
Celepuk Merah/Reddish scops-owl
Adalah burung hantu berukuran sangat kecil (19 cm) dengan jumbai telinga sangat jelas terlihat. Tubuh bagian atas coklat agak merah dengan coretan hitam dan putih. Tubuh bagian bawah kuning tua agak merah bercoret hitam. Jumbai telinga agak kuning.
Distribution of  Otus rufescens                                          
Iris Kuning cerah
Paruh Krem
Kaki            Agak kuning
Suara Siulan dalam yang meninggi “ Huii”  berulang dengan interval teratur.
Penyebaran dan status Semenanjung Malaya, Filipina, Kalimantan, Jawa (Dataran rendah, terbatas disebelah barat).
Kebiasaan Sering terdapat di hutan dataran rendah, data lain kurang diketahui
Makanan Diduga serangga dan binatang kecil lainnya
Perkembang biakan _
4. Otus angelinae
Celepuk Gunung/Javan Scops Own
Adalah burung hantu berukuran kecil (20 cm), berwarna kulit kayu dengan jumbai telinga yang menonjol. Tubuh bagian atas agak abu-abu coklat bercoret banyak dan bertotol  hitam.
Distribution of  Otus angelinae
Iris Kuning
Paruh Kuning
Kaki            Kuning kotor
Suara _
Penyebaran dan status Endemik di Jawa Barat (hanya terdapat dipegunungan agak tinggi, sebenarnya hanya tercatat dari gunung pangrango).
Kebiasaan Kurang diketahui, biasanya berada dihutan pegunungan 1000-2500m
Makanan Serangga besar dan kumbang
Perkembang biakan Tidak terdapat catatan tetapi kemungkinan sama dengan kerabat dekatnya celepuk gunung yang hidup di Asia bertelur 3 sampai 4 butir telur pada pohon yang berlubang secara alamiah bekas burung suku Captonidae

5. Otus bakkamoena
Celepuk/Collared Scops Owl
Adalah burung hantu berukuran kecil (20 cm), berwarna keabu-abuan atau agak coklat dengan  jumbai telinga yang menonjol. Tubuh bagian atas agak abu-abu pucat. Tubuh bagian bawah agak abu-abu atau coklat kuning tua dengan coretan dan bintik hitam dan kuning tua.
Distribution of  Otus bakkamoena
Iris Coklat gelap
Paruh Kuning
Kaki             Kuning kotor
Suara Teriakaan lemah “huu” (Jantan), nada menurun “Wheu” atau “Pwok” (betina) sekitar 5X/menit. Juga bercicit lemah. Sering bersahutan jantan dan betina seperti konser.
Penyebaran dan status India, Asia Tenggara, cina, jawa dan bali
Kebiasaan Bertengger  pada tempat yang rendah, hampir sepanjang malam mengeluarkan bunyi sedih secra musiman. Mengintai mangsa dari tempat bertengger dan tiba-tiba menyergapnya.
Makanan Serangga besar seperti kecoa, jangkrik, kumbang dan burung kecil
Perkembang biakan 2 atau 3 butir telur berwana putih dan hampir bulat sempurna. Diletakkan dalam lubang pohon, pelepah daun palem atau rumpun bambu.
6. Otus brookei
Celepuk rajah/Rajah’s Scops Owl
Adalah burung hantu berukuran kecil (23 cm), berwarna  abu-abu agak coklat dengan  jumbai telinga yang menonjol. Hampir sama dengan Otus bakkamoena tetapi sedikit lebih besar dengan kerah putih yang lebar pada bagian tengkuk.

Iris kuning
Paruh Agak kuning
Kaki            Kuning kotor
Suara Nada bening monoton berulang-ulang
Penyebaran dan status Burung hantu yang jarang sekali dikenal. Hanya beberapa spesimen yang berasal dari daerah pegunungan di Kalimantan, Sumatra, dan Jawa Timur.
Kebiasaan Seperti burung hantu Scops lain
Makanan Serangga
Perkembang biakan _
 7. Bubo Sumatranus
Hingkik/ Barred Eagle Owl
Burung hantu berukuran besar (45 cm) dengan ciri bergaris banyak berwarna abu-abu gelap dengan jumbai telinga mencolok. Tubuh bagian atas coklat agak hitam bergaris-garis halus warna kuning tua, tubuh bagian bawah abu-abu agak putih banyak bergaris hitam.
Distribution of  Bubo Sumatranus
Iris Coklat gelap
Paruh Kuning
Kaki            Kuning pucat
Suara Saat terbang mengeluarkan suara keras dan dalam “Whuu” atau “Whua-Who, Whua-Who” diakhiri deram yang dalam. Sebagai suara aneh seperti suara iblis seperti yang digambarkan dalam cerita-cerita daerah.
Penyebaran dan status Semenanjung Malaya, Kalimantan, Jawa dan bali (sangat jarang dihutan dataran rendah)
Kebiasaan Senang mandi dikolam dan aliran air, terbang cepat dan rendah dari tempat sembunyi pada saat menjelang gelap. Berburu dari tempat hinggap dan meloncat-loncat dengan indah.
Makanan Tikus besar dan kecil, ikan-ikan kecil, ular, dan burung-burung kecil.
Perkembang biakan Sarang dibuat dalam lubang pohon, kadang cukup rendah diatas tanah, menghasilkan 1-2 butir talur.

8. Ketuapa ketupu
Bloketupu/Buffy Fish Owl
Burung hantu berukuran besar (45 cm) dengan ciri warna coklat kekuningan dengan jumbai telinga mencolok. Tubuh bagian atas penuh dengan garis-garis/coretan (lurik) coklat terang dengan garis-garis hitam bertepi kuning tua. tubuh bagian bawah kuning tua kemerahan dengan lurik hitam yang tebal.
Distribution of  Ketuapa ketupu
Iris Kuning gemerlap
Paruh Abu-abu
Kaki            kuning
Suara Beraneka teriakan keras bergetar “kutukututuk” deruk berutut “pof-pofpof” dan juga “hi-ii-ii-ikk-hikk”
Penyebaran dan status Asia tenggara, Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Bali (kadang terlihat dihutan dataran rendah)
Kebiasaan Umumnya aktif dimalam hari, tetapi sebagian aktif disiang hari ditempat-tempat yang teduh dan gelap. Senang mandi dan berendam lama-lama didalam air, dan sebagian besar menangkap makanannya dari dalam air
Makanan Ikan-ikan kecil, kodok, crustacean, mamalia dan reptil kecil.
Perkembang biakan Sarang dibuat dalam lubang pohon yang rapuh , atau bekas sarang burung lain pada pohon yang tinggi, menghasilkan 1 berukuran besar, bulat, berwarna putih dengan bercak-bercak kotor.

9. Glaucidium cuculoides
Beluk watu/ Asian Barred Owlet
Burung hantu berukuran kecil (24 cm) dengan ciri warna coklat kuning kemerahan bergaris-garis halus. Tubuh bagian atas coklat berangan kemerah-merahan bergaris-garis kuning tua kemerah-merahan dengan garis putih terputus pada ujung bahu. Tubuh bagian bawah coklat merata dengan garis-garis coklat kekuningan. Bagian dada dan perut agak putih dengan sisi berwarna coklat.
Distribution of  Glaucidium cuculoides
Iris Coklat Kuning
Paruh Agak hijau, dengan ujung agak kuning
Kaki            Warna pucuk pisang, kuning kehijau-hijauan
Suara Suara menakjubkan, tidak seperti burung hantu lainnya. Getaran cepat dengan nada menurun tapi suaranya makin keras. Dua nada siulan manyalak berulang-ulang yang dimulai perlahan tetepi makin lama makin cepat dan keras
Penyebaran dan status Asia tenggara, di luar Semenanjung Malaya, Jawa dan Bali (dianggap jenis yang terpisah)
Kebiasaan Sering berada di dusun, kebun, dan hutan sekunder. Aktif dimalam hari, namun kadang siang hari. Suaranya terdengar malam menjelang fajar
Makanan Serangga dan burung kecil
Perkembang biakan Bersarang di lubang kecil pada pohon. 2 telur berwarna putih

10. Ninox scutulata
Punggok/Brown Hawk owl
Burung hantu seperti elang berukuran kecil (30 cm) dengan ciri khas tidak adanya piringan wajah. Tubuh bagian atas coklat gelap. Tubuh bagian bawah kuning tua. Coretan lebar coklat agak merah, Perut, dagu dan bercak didepan mahkota berwarna putih.
Distribution of  Ninox scutulata
Iris Kuning terang
Paruh Abu-abu agak biru
Kaki            Kuning
Suara Siulan meninggi “ku-wup” berulang-ulang setiap 1-2 deik kadang untuk waktu yang lama
Penyebaran dan status Asia tenggara, Asia timur,Sumatra, Sulawesi dan Jawa Barat
Kebiasaan Aktif  saat menjelang senja di pinggir hutan atau perkebunan dan terbang mengejar capung dan serangga lainnya yang di tangkap dengan cakarnya saat terbang.
Makanan Serangga; Toggeret, capung, kecoa, lebah dll.
Perkembang biakan Bersarang di lubang kecil pada pohon. 2-3telur berwarna putih
11. Strix seloputu
Seloputo/Spotted Wood Owl
Burung hantu berukuran besar (47 cm) dengan ciri warna merah coklat dengan bintik putih tanpa jumbai telinga. Piringan wajah sawo matang.  Tubuh bagian atas merah coklat berbintik merah tebal dikelilingi pinggiran hitam. tubuh bagian bawah putih lurik coklat. Garis dagu agak putih.
Distribution of  Strix seloputu
Iris Coklat gelap
Paruh Hitam kehijauan
Kaki            Abu-abu
Suara Bunyi mendengung “belung” yang dalam,l atau “hup-hung” atau “hu-hu-hu”
Penyebaran dan status Asia Tenggara, Semenanjung Malaya, Palawan dan Jawa. Bentuk yang lebih kecil terdapat di pulau Bawean.
Kebiasaan Sering berada di hutan dataran rendah, dan rumpun hutan dekat desa atau juga dikota-kota.
Makanan Mamalia, anak-anak burung dan serangga
Perkembang biakan Bersarang di lubang pada pohon. 1-2 telur berwarna putih
12. Strix lepto grammica
Kukuk beluk/Brown  Wood Owl, Burung hantu berukuran besar (47 cm) dengan ciri bergaris-garis banyak, warna coklat agak merah tanpa jumbai telinga. Piringan wajah mencolok agak merah dengan kacamata berupa lingkaran berwarna hitam. Dan terdapat alis berwarna putih.Tubuh bagian bawahkuning tua dengan garis-garis halus coklat gelap bergaris rapat kuning tua dan putih.
Distribution of  Strix lepto grammica
Iris Coklat gelap
Paruh Agak putih
Kaki            Abu-abu agak biru
Suara Bunyi yang khas “bu-bu” atau empat nada “goke-goke-galu”, “huhu-huu” dan suara lainnya
Penyebaran dan status India, Cina, Asia tenggara, Sumatra, Kalimantan dan Jawa bagian barat.
Kebiasaan Nokturnal, jarang terlihat, jika terganggu pada siang hari akan menggugurkan bulu-bulunya sehingga nampak seperti sepotong kayu mati dan melihat dengan mata setengah tertutup. Pasangan akan memanggil sebelum gelap sebelum waktu berburu.
Makanan Mamalia kecil, ulat, burung kecil dan kadang kadal
Perkembang biakan Sarangnya adalah tumpukan kasar dari sampah didalam dasar lubang pada pohon.

13. Asio flammeus
Beluk Telinga Pendek/Short-Eared Owl
Burung hantu berukuran sedang (37 cm) dengan ciri warna coklat kekuningan. Piringan wajah mencolok dengan jumbai telinga pendek, sehingga sukar terlihat. Mata kuning menyala dikelilingi lingkaran hitam. Tubuh bagian atas coklat agak kuning banyak coretan hitam dan kuning tua. Tubuh bagian bawah kuning tua dengan garis-garis coklat gelap.
Distribution of  Asio flammeus
Iris Kuning
Paruh Hitam
Kaki            Agak putih
Suara Bunyi seperti bersin “kii-aww” pada saat terbang
Penyebaran dan status Diseluruh dunia, di Asia tenggara hanya sebagai pengunjung saat musim dingin tiba. Di Indonesia tercatat hanya dipulau Kangean.
Kebiasaan Lebih menyukai daerah terbuka yang berumput. Sebagian besar aktif didaratan dan siang hari.
Makanan Mamalia kecil, ulat, burung kecil dan kadang kadal
Perkembang biakan -
Sumber:
mackinonnon, John. 1991. Panduan Lapangan Pengenalan Burung-Burung di Jawa dan Bali. Gajah Mada University Press. Bulak Sumur. Yogyakarta
rumahhijau2
 

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts

Powered by Blogger.