Home » , » Cara Menjinakan Burung Kacer Liar Poci , Kacer Hitam

Cara Menjinakan Burung Kacer Liar Poci , Kacer Hitam

Written By gara on Tuesday, February 19, 2013 | Tuesday, February 19, 2013




Banyak di antara para kicau mania merasa kesulitan mencari cara menjinakan kacer, apakah itu kacer poci (jabar) atau kacer hitam (jatim). Apa sebab? Kacer-kacer tersebut biasanya dari Hutan. Sehingga apabila  perawatan awal tidak tepat sasaran, burung tersebut bukanya makin jinak malah makin giras. Sayangnya, tidak ada aturan baku dalam masalah ini. Setiap orang biasanya memiliki carayang berbeda-beda dalam menjinakkan kacer.Dan jeleknya, tidak semua pendapat yang ada bisa di aplikasikan ke burung kacer kita masing-masing. Perlu adanya modifikasi yang harus disesuaikan dengan kondisi burung pada saat “ini”.


Pernah beli kacer bakalan, bahan atau kacer yang baru ditangkap dari hutan ? Sebagai penggemar kacer mungkin hampir 90 persen pasti pernah membeli kacer bakalan. Tentunya kacer yang baru ditangkap ini akan liar sekali, kadag sampai menabrak-nabrak dinding jeruji sangkar, sehingga bagian muka di daerah paruh dekat mata akan luka-luka dan kadang-kadang tidak mau makan dan akhirnya mati, tanpa sempat mendengar kicauannya. Padahal kita berharap burung ini akan menjadi peliharaan yang menyenangkan dan rajin berkicau.. Dengan kondisi ini pasti kita akan bingung dan kadang-kadang pusing tujuh keliling memikirkan cara menjinakkannya.

Ada beberapa cara yang pernah diterapkan oleh para penggemar kacer, untuk menjinakkan, paling tidak sekedar menenangkan burung Kacer liar yang baru dibeli dari pedagang burung ini. Ada yang berhasil dan tidak sedikit yang gagal, yang berakibat kondisi burung semakin parah, karena takut si burung bisa mati, maka kadang-kadang akhirnya si burung kacer liar ini dilepaskan kembali ke alam bebas.

Mari kita coba beberapa cara di bawah ini, mudah-mudahan salah satunya bisa berhasil menenangkan si Kacer liar.
  • Jika burung masih terlihat stress, asingkan terlebih dahulu ketempat yang sepi hingga burung terlihat nyaman di sangkarnya
  • Mandikan kacer secara rutin (pagi/sore) sampai basah kuyup.
  • Kondisikan burung dalam keadaan lapar lalu kasih extra foodingjangkrik menggunakan tangan. Jika burung belum berani mematuk jangkriknya, ajari perlahan-lahan dengan bantuan lidi. Jangkrik di matiin lalu di taruh di ujung lidi. Setelah itu baru kita kasih keburung. Untuk permulaan, mungkin bisa memakai lidi yang panjang.
  • Kemudian berangsur-angsur menggunakan lidi yg sedang, pendek dan dicoba
  • lewat tangan langsung
  • Hindari pengerodongan kecuali pada malam hari.
  • Gantang di tempat yang ramai dilalui oleh orang.
  • Gantang di tempat yg rendah (sebagai rujukan mungkin bisa 1 meter diatas permukaan tanah)
  Cara 1    
  • Tutup sekeliling sangkar burung dengan koran, dan sisakan lobang berbentuk segi empat, cukup di daerah pintu sangkar untuk memudahkan kita mengganti makanan dan minuman burung, sambil mengajari burung belajar makan voer. Dibuat seperti ini akan menenangkan burung dan membuat burung merasa aman dan tidak takut lagi terhadap lingkungan yang asing serta terhadap kehadiran manusia.
    Letakkan di tempat yang terang, dan gantung jangan terlalu tinggi, kira-kira sebatas kepala, dan usahakan digantung di tempat yang sering dilalui manusia.
    Biarkan seperti ini selama seminggu, dan burung jangan dimandikan. Setelah satu minggu. Letakkan bak kecil (cepuk) di dalam sangkar, sekedar persiapan kalau-kalau si burung merasa gerah maka burung akan mandi di bak kecil dengan sendirinya. Lakukan ini selama seminggu.
    Setelah seminggu kemudian, maka perlahan koran penutup sangkar dilepas bagian sisi kiri nya, agar burung belajar mengenal lingkungannya dari sebelah kiri.
    Seminggu kemudian giliran koran di sebelah kanannya dilepas agar burung belajar mengenal lingkungan sebelah kanannya.
    Seminggu kemudian lagi, lepaskan koran bagian belakang dan depan, si burung akan lebih tenang, tetapi masih tetap liar, hanya saja rasa takutnya terhadap manusia dan lingkungannya akan berkurang.
    Biarkan dalam kondisi seperti ini selama seminggu atau 2 minggu.
    Setelah 2 minggu, masukkan burung ke keramba mandi burung, biarkan selama beberapa menit sampai si burung mau mandi. Apabila burung mau mandi dengan menceburkan dirinya ke dalam air, lakukan ini 2 kali sehari, pagi hari sekitar jam 7.00 dan sore pada jam 16.00, lalu malam hari keluarkan burung dan semprot pakai air hangat-hangat kuku, setelah itu cukup diangin-anginkan selama setengah jam, dan masukkan kembali ke dalam rumah, tidak usah dikerodong.
    Lakukan ini terus, apabila burung bermental bagus, dan tidak mengalami trauma sewaktu burung ini ditangkap, maka dalam waktu 1 - 2 bulan burung akan lebih tenang dan terbiasa melihat kehadiran manusia.

  Cara 2    
  • Masukkan burung ke dalam sangkar yang jerujinya sangat rapat, setelah itu tempelkan kandang burung di paku pada dinding rumah, kira-kira setinggi sejengkal di atas kepala kita. Beri makan dan minum, tanpa menurunkan sangkar burung, pakailah kursi untuk menjangkau pintu sangkar untuk mengganti makan dan minum burung.
    Cara ini memakan waktu yang lebih lama, tetapi lebih praktis, apabila kita memiliki kesibukan lain di luar rumah. Mandikan burung cukup sekali seminggu ke dalam keramba, lalu jemur sebentar dan tempelkan kembali burung di paku pada dinding rumah.
    Apabila burung bermental bagus dan tidak ada trauma ketika burung ini ditangkap di hutan, maka dalam waktu 2 -3 bulan, burung akan terbiasa melihat kehadiran manusia.

  Cara 3    
  • katanya ... ajari dulu burung makan voer, mungkin kira-kira 1 minggu setelah diajari makan voer, maka burung akan terbiasa makan voer. Gantung di teras rumah, jangan di tempat yang terlalu ramai. Setelah burung terbiasa makan voer, setiap pagi jam 6.00, keluarkan voernya dari sangkar burung dan jangan beri makan dari pagi sampai siang kira-kira jam 1.00 siang. Setelah itu berikan jangkrik 2 ekor. Setelah jangkrik 2 ekor tadi dimakan burung, barulah masukkan kembali voer ke dalam sangkar burung. Besoknya lakukan lagi seperti itu, dilanjutkan keesokan harinya lagi, dan seterusnya.
    Cara seperti ini kadang berhasil dalam waktu singkat, tetapi kadang bisa memakan waktu yang agak lama juga. Tapi patut dicoba juga yaa ...

    smbr:argoburung

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts

Powered by Blogger.