Home » , , , , , » Merawat Anak Burung Peliharaan setelah Menetas

Merawat Anak Burung Peliharaan setelah Menetas

Written By gara on Monday, July 15, 2013 | Monday, July 15, 2013

Burungzoo.com
 Merawat Anak Burung Peliharaan setelah menetas



 
 
Biasanya kita selaku pecinta burung aga sulit untuk melakukan proses penangkaran atau berternak burung setelah sekian lama kita hanya melakuan proses perawatan burung tanpa mau bagai mana cara menangkarkan burung karna prosesnya yang lebih lama dan repot, serta butuh waktu yang khusus untuk fokus memliharanya. setelah proses pengawinan burung butuh beberapa waktu untuk masuk ke proses burung bertelur kemudian menetas, bagai mana prosesnya kita liat cara merawat anak burung setelah menetas.

Setelah telur menetas jangan terlalu cepat memisahkan anak burung dari induknya, tunggu sampai kira-kira berumur 1-2 bulan. Saat yang paling tepat untuk memisahkan anak dari induknya adalah bila ada tanda-tanda bahwa induk berusaha menjauh, bila anak mendekat untuk minta disuapi dan seolah-olah akan mematuknya. Tips merawat anak burung:

1.Buatkan tempat atau sarang yang cukup hangat bisa dari keranjang atau dus bekas.
2.Alasi dengan daun daun kering/kain bekas yang kering.
3.Kotoran burung harus segera dibersihkan atau ganti alas burung dengan yang baru agar burung tidak kedinginan, tidak ada semut atau serangga lain yang mengganggu.
4.Bila anak burung ditempatkan di sarang, untuk menggantikan kehangatan suhu tubuh induknya, bisa dengan menyelimutinya menggunakan kain bekas atau diberi penerangan lamu neon berdaya 15 watt. Gantung  lampu berjarak 20 - 30cm dari tubuh anak burung.
5.Biasanya anak burung yang masih merah, matanya belum terbuka dan dengan instingnya dia akan mencari paruh induknya untuk makan. Maka kita bisa memberinya makan dan minum dengan menggunakan pipet.
1.Berikan 3-4 butir pelet yg dicampur air hangat lalu hancurkan hingga menjadi bubur. Berikan 2- 3 kali sehari pada jam yg sama.
2.Setiap akan memberi makan, buat adonan pelet baru, jangan memberikan bubur pelet yg sudah basi karena bisa menyebabkan burung diare.
3.Berikan  dengan menggunakan pipet. Caranya, buka paruh burung, tempelkan pipet dari arah samping kanan atau kiri paruh burung, dengan perlahan tekan pipet agar bubur pelet bisa masuk, makan secukupnya saja. Apabila memasukan dari arah paruh depan, makanan/minum bisa masuk kesaluran pernafasan dan hidung.
4.Jika terlihat ada cairan keluar dari hidung burung, hentikan sejenak, mungkin ada kesalahan dalam memberikan makan atau minum.
5.Setelah burung diberi makan jangan lupa berikan minum menggunakan pipet juga secara perlahan lahan, secukupnya saja. Setelah itu bersihkan anak burung dengan kain basah lalu kain kering dan taruh kembali di sarangnya.
6.Cara memegang dan memberi makan harus dilakukan dengan perlahan-lahan agar anak burung tidak mengalami sesak nafas.
7.Agar tangan kita bersih, selama merawat anak burung gunakan sarung tangan plastik.
8.Perawatan di atas biasanya dilakukan selama 6 bulan, setelah itu burung biasanya sudah bisa makan sendiri.

Sumber : xcult
 

1 komentar:

  1. Wah unik sekali artikelnya. Merawat burung setelah menetas memang bagian yang terseru.
    hehe

    Kunjungan balik ke Dus Makanan

    ReplyDelete

Artikel Populer

Powered by Blogger.