Home » , , , , » Mengatasi Cacingan pada Burung Merpati

Mengatasi Cacingan pada Burung Merpati

Written By gara on Tuesday, January 26, 2016 | Tuesday, January 26, 2016





Mengatasi Cacingan pada Burung Merpati 

Penyakit yang disebabkan oleh cacing  pada merpati tinggi kolongan dapat dengan segera mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh merpati. Kondisi seperti itu sangat tidak menguntungkan apabila terjadi pada saat merpati akan dilombakan atau akan memasuki masa ternak. Kita biasa menyebut penyakit yang disebabkan oleh cacing sebagai penyakit cacingan dan dapat dipastikan penyakit ini menjadi salah satu penyebab kinerja mepati menjadi tidak maksimal. Oleh karena itu penyakit cacingan harus dicegah dan dikontrol agar merpati dapat menunjukkan kualitas terbaiknya ketika tampil dalam suatu perlombaan.
Cacing dalam tubuh merpati dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok sebagai berikut :
Worms (acaridiasis) atau biasa disebut cacing gelang. Berwarna putih dengan bentuk bulat melingkar, ukurannya antara 2 – 5 cm dan biasanya ditemukan di usus kecil. Larva cacing ini dapat menembus dinding usus dan berpotensi mempengaruhi organ-organ vital seperti paru-paru dan hati.
Mengatasi Cacingan pada Merpati Kolongan 1
Merpati yang terinfeksi acaridiasis akan menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut :
  • Kehilangan selera makan.
  • Merpati terlihat lemah.
  • Bentuk kotoran tidak konsisten.
  • Merpati terus menerus kehausan.
  • Bulu acak-acakan dan buram.
  • Muntah.
  • Parasit dapat dengan mudah dilihat dalam tinja dan bahkan dalam muntahan.
Capillaries, mempunyai panjang antara 9-16 mm, berwana kuning gelap dan cenderung untuk tinggal di usus besar. Mereka sangat kecil dan tipis sehingga hampir mustahil untuk melihatnya dengan mudah.
Mengatasi Cacingan pada Merpati Kolongan capilleris
Merpati yang terinfeksi capillaries akan menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut :
  • Mengurus dengan cepat
  • Kotoran berwarna hijau, mencret (diare) hijau
  • Selalu kehausan
  • Bulu kusam
  • Bulu ekor kusut dan biasanya ada noda kotoran berwana kehijauan
Tapeworms atau biasa dikenal dengan sebutan cacing pita. biasanya berbentuk datar dan panjang, panjangnya dapat mencapai 20 cm. Pada bagian depan terdapat mulut yang mempunyai 3 buah bibir dan masing-masing mempunyai gigi yang tajam. Merpati yang terinfeksi cacing pita dalam waktu yang lama akan menyebabkan borok di dinding ususnya. Ini yang menyebabkan pemulihan merpati berjalan perlahan walaupun cacing pitanya sudah berhasil dikeluarkan/dibasmi. Sangat penting untuk segera mengobati merpati apabila muncul gejala terinfeksi cacing pita agar tidak menimbulkan borok/bisul pada ususnya.
Mengatasi Cacingan pada Merpati Kolongan cacing pita
Merpati yang terinfeksi tapeworms akan menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut :
  • Selalu kehausan
  • Kotoran mencret (diare) dan keras secara bergantian dalam waktu yang singkat
  • Menjadi kurus
  • Bulu-bulunya kusut
  • Merpati terlihat lesu dan tidak bergairah
  • Telur cacing pita terlihat dalam kotoran merpati

Pemberian obat cacing sebaiknya dilakukan pada waktu-waktu sebagai berikut :

Merpati muda, pada usia 9 minggu
Player, pada saat sedang mengerami telur/istirahat
Indukan, 7 minggu sebelum mulai diternak

Skema pengobatan

Hari ke-1 :
Pemberian obat cacing.
Dari sekian banyak obat cacing yang beredar dipasaran, Raptor Pigeons Farm merekomendasikan penggunaan obat cacing dibawah ini :
Combantrin cair yang sangat mudah untuk dibeli di toko – toko obat & mini market terdekat.

foto diambil dari situs bukalapak
Penggunaannya adalah sebagai berikut :
  1. Pemberian obat cacing sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum merpati diberi makan dan biarkan puasa sampai sore hari. Biasanya cacing akan mati/keluar dari badan merpati pada siang hari.
  2. Untuk mengobati 30 ekor burung, campurkan 1 botol (10 ml) combantrin cair dengan air matang sebanyak 290 ml.
  3. Keuntungan dari penggunaan combantrin cair ini adalah jarang sekali dimuntahkan kembali oleh merpati.
  4. Lalu spetkan masing-masing 10 ml untuk setiap burungnya dengan menggunakan alat spet seperti foto dibawah ini.

foto diambil dari situs bukalapak

Obat cacing ke-2 yang kami rekomendasikan adalah mediworm. Mudah penggunaannya dan sangat efektif. Klik pada foto mediworm apabila Anda ingin membeli produk tersebut.

Hari ke-2 : 
  • Semprot kandang dengan disinfektan seperti Rodalon atau lainnya.
  • Berikan multivitamin
Hari ke-3 sampai 5 :
Berikan prebiotik. Untuk prebiotik, Raptor Pigeons Farm menggunakan produk bio janna 6 for birds. Silahkan klik foto dibawah ini untuk menuju situs produsen bio janna 6 for birds.

Hari ke-6 :
Berikan multivitamin. Raptor Pigeons Farm menggunakan VITAREST untuk memenuhi kebutuhan vitamin pada merpati karena produk ini mudah digunakan dan terbukti kualitasnya. Klik disini untuk keterangan detail mengenai VITAREST.


Berikut ini ada beberapa tips untuk menghindarkan merpati kita terkena penyakit cacingan :

  • Bersihkan tempat kotoran merpati secara teratur dan pastikan selalu dalam keadaan kering
  • Gunakan disinfektan yang sesuai dengan teratur
  • Pastikan makanan yang disediakan untuk merpati tidak tercampur dengan kotoran merpati
  • Pengobatan cacingan terhadap merpati dilakukan secara bersamaan untuk seluruh merpati yang ada di kandang
  • Selalu karantina terlebih dahulu semua merpati baru yang akan masuk ke kandang kita
  • Lakukan pemberian obat cacing seperti langkah-langkah diatas secara teratur. Pengobatan ke-2 setelah langkah diatas dilakukan 2 minggu kemudian, setelah itu lakukan setiap 3 bulan sekali.



smbr:merpatikolongan

Salam
Burung Zoo.com

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Populer

Powered by Blogger.